Senin, 24 Januari 2011

Arti Pentingnya Sahabat

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.

Pepatah mengatakan, “seribu orang sahabat masih kurang, sementara seorang musuh adalah terlalu banyak”. Dari pepatah ini mungkin kita akan mengatakan ternyata kita masih perlu mencari teman. Sehingga dalam syair Arab dikatakan “Jika kita ingin mengetahui seseorang jangan tanyakan langsung pada orangnya atau kita langsung melihat orangnya, tapi sebaliknya kamu lihat temannya, karena dapat dipastikan temannya itu akan membentuk perilaku seseorang tersebut”.

Sungguh senang dan bahagianya bila kita punya teman yang mampu mendorong dan memotivasi kita, memberikan arahan kepada kita dan selalu menasehati kita. Kita tidak mungkin hidup dan bertindak sendiri, kita butuh seseorang atau lebih teman.
Setiap kali kita menemukan seorang teman seperti itu, mungkin sehari-hari kita akan selalu didekatnya dan tindak ingin terpisah dari dia. Sehari saja tanpa bertukar pikiran dengan dia terasa hidup ini bagaikan tanpa arah. Tetapi pepatah mengatakan bahwa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, cepat atau lambat. Karena kita terlahir dan hidup di dunia ini diibaratkan sedang melakukan perjalanan dan pastinya kita akan pulang, yaitu menuju alam akhirat yang kekal. Kita boleh bersedih dan meneteskan air mata ketika kehilangan teman, namun tidak boleh berlarut-larut. Kita harus menjalankan segala pesan yang disampaikannya untuk selalu semangat dan tidak boleh putus asa.

Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun gak ketemu dan gak kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengakui bagaimanapun juga kita gak bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.

Kutipan :
"manusia selalu hidup berkelompok, tiada manusia yang ingin hidupnya sendiri ..Jika ada manusia yang hidup tidak berkelompok maka hidupnya tidak mempunyai warna"

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar